waktu(clocklink.com)

Showing posts with label cerpen. Show all posts
Showing posts with label cerpen. Show all posts

24 December 2012

Sleeping Beauty

 Buat temen2 yg dapet tugas dari guru tentang sleeping beauty story , ato buat yg penasaran sama
ceritanya .Aku kasih tau nih ceritanya,dijamin seru.


In a far far away land, long ago, lived a king and his fair queen. Many years had they longed for
child and finally their wish was granted.


A daughter was born, and they called her Aurora. Yes, they named her after the dawn for she
filled their lives with sunshine.
And our story begins on that most joyful day.
Thus on this great and joyous day did all the  kingdom celebrate the long awaited royal birth.
And good King Stefan and his Queen made welcome their life long friend
 
There were three good fairies who visited by King and Queen  in the royal birthday.
Mistress Flora, mistress Fauna, and mistress Merryweather
Fairies:
  (at the cradle)
  Oh, the little darling!
  (to the king)
  Your majesties...
*to the point aja ya, udah ngantuk nih ngerjainnya
They gave some special gift for Aurora.
 



Flora:   Each of us the child may bless with a single gift. 
  No more, no less. (at the cradle)
  Little princess, my gift shall be the gift of beauty.
Fauna:
  Tiny princess, my gift shall be the gift of song.
Merryweather:
  Sweet princess, my gift shall be ...
 
Unfortunately King and Queen forgot to invite one of them,
Maleficent who was a bit of a witch as well.


 
A blow of the wind, the door of the castle swings open.  Lightning and thunder.
  Maleficent came with her anger because she didn’t invited.
Then she cursed Aurora.
Maleficent:
    Listen well, all of you! The princess shall indeed grow in grace and beauty, beloved by all who know her. But, before the sun sets on her sixteenth birthday, she shall prick her finger on the spindle of a spinning wheel and die.
 
"Oh, no!" screamed the Queen in horror.
  A good fairy quickly chanted a magic spell to change the curse. When she hurt herself, the girl would fall into a very deep sleep instead of dying.

The years went by, the little Princess grew and became the most beautiful girl in the whole kingdom.
  Her mother was always very careful to keep her away from spindles, but the Princess, on her sixteenth birthday, as she wandered through the castle, came into a room where an old servant was spinning.
"What are you doing?" she asked the servant.
  "I'm spinning. Haven't you seen a spindle before?"
  "No. Let me see it!" The servant handed the girl the spindle ... and she pricked herself with it and. with a sigh, dropped to the floor.
    The terrified old woman hurried to tell the Queen. Beside herself with anguish, the Queen did her best to awaken her daughter but in vain. The court doctors and wizards were called, but there was nothing they could do. The girl could not be wakened from her deep sleep. The good fairy who managed to avoid the worst of the curse came too,
"When will my daughter waken?"
"I don't know," the fairy admitted sadly.
"In a year's time, ten years or twenty?" the Queen went on.
"Maybe in a hundred years' time. Who knows?" said the fairy.
"Oh! What would make her waken?" asked the Queen weeping.
Finally, all of them slept in the castle.
  The years sped past. In the castle grounds, the trees grew tall. The bushes became thick and straggling, the grass invaded the courtyards and the creepers spread up the walls. In a hundred years, a dense forest grew up.
 
Now, it so happened that a Prince arrived in these parts. He was the son of a king in a country close by.
  Young, handsome and melancholy, he sought in solitude everything he could not find in the company of other men: serenity, sincerity and purity.
Wandering on his trusty steed he arrived, one day, at the dark forest. Being adventurous, he decided to explore it. He made his way through slowly and with a struggle, for the trees and bushes grew in a thick tangle.
 
In the middle way,  he met the dragon.
He killed the dragon who guard the dark forest

"I wonder who this castle belongs to?" he thought.
  The young Prince rode on towards the castle. The drawbridge was down and, holding his horse by the reins, he crossed over it. Immediately he saw the inhabitants draped all over the steps, the halls and courtyards, and said to himself,
  "Good heavens! They're dead!" But in a moment, he realised that they were sound asleep. "Wake up! Wake up!" he shouted, but nobody moved. 
Still thoroughly astonished, he went into the castle and again discovered more people, lying fast asleep on the floor.
    
  As though led by a hand in the complete silence, the Prince finally reached the room where the beautiful Princess lay fast asleep.
    
  For a long time he stood gazing at her face, so full of serenity, so peaceful, lovely and pure, and he felt spring to his heart that love he had always been searching for and never found. Overcome by emotion, he went close, lifted the girl's little white hand and gently kissed it . . . 
At that kiss, the princess quickly opened her eyes, and wakening from her long long sleep, seeing the Prince beside her, murmured:
  "Oh, you have come at last! I was waiting for you in my dream. I've waited so long!"
 

 
Just then, the spell was broken. The Princess rose to her feet, holding out her hand to the Prince. And the whole castle woke up too.
    Everybody rose to their feet and they all stared round in amazement, wondering what had happened. When they finally realised, they rushed to the Princess, more beautiful and happier then ever.
 
A few days later, the castle that only a short time before had lain in silence, now rang with the sound of singing, music and happy laughter at the great party given in honour of the Prince and Princess, who were getting married.
  They lived happily ever after, as they always do in fairy tales, not quite so often, however, in real life.




26 February 2011

cerpen"akhir sebuah rencana"

 Kakiku terasa sangat berat untuk memasuki gerbang salah satu SMA yang berada di pinggir jalan raya ini.Kalian tahu kenapa?ya,hari ini adalah hari kedua MOS.Terbersit dalam ingatanku saat MOS SMP,aku ingat benar,hari yang paling menyebalkan adalah hari kedua, ya hari seperti ini,kali ini aku akan mengulangi masa-masa itu lagi.Huft..melakukan sesuatu yang menyebalkan untuk kedua kalinya apalagi aku lupa membawa suatu barang penting,ini sangatlah tidak enak!!!aku Frustrasi!!!
Aku melihat jam tanganku, 10 menit lagi bel berbunyi.aku memasuki ruanganku dengan lunglai.Di ruangan itu aku melihat 3 temanku,Santi,Sindy dan Dara.Santi adalah teman dekatku waktu SMP, sedangkan Sindy dan Dara?Aku berkenalan dengan mereka saat hari pertama MOS.Aku mulai menghampiri mereka dan mereka merespon dengan senyuman manis yang tersungging di bibir mereka.
“Hai Rini”sapa mereka dengan ramah.
“Oh..hai semuanya”balasku dengan senyuman yang dipaksakan.
“Woi Rini,kenapa sih kamu nggak semangat gitu?”tanya Santi.
“Aku mikirin apa yang akan anggota-anggota OSIS lakuin pada kita.Pasti akan mengesalkan,dan masalah lainnya,aku lupa bawa sesuatu”gerutuku.
“Lupa bawa apa Rin?”tanya Sindy perhatian.
“Udah ah, aku males bahas itu lagi.”kataku.
“Gimana kalo kita nglakuin apa gitu, supaya kita nggak BT”usul Dara.
“Hmm..gimana kalo kita bolos ke kantin aja”timpalku sambil menaik-turunkan alisku.
“Setuju!!”kata semua semangat.
Terdengar bel berbunyi nyaring,itu tandanya telah masuk.Aku berkata pada mereka untuk cepat-cepat keluar ruangan itu tapi kami melihat salah 1 anggota OSIS yang bernama Leo.Nama yang cocok untuk orang yang berperawakan besar,agak hitam,gendut dan galaknya minta ampun itu.Untungnya posisi dia membelakangi kami sehingga dia tidak melihat kami.Kami mengendap-ngendap seperti maling menyusuri jalan bagian belakang dari sekolah,mata kami terus saja menyisiri arah kiri dan kanan kami,tak lupa juga belakang kami.Siapa tahu ada yang memergoki kami. Dan akhirnya sampai juga ke kantin.Kami bisa menghela nafas lega.
“Huft..untung ya kita bisa lolos dari kak Leo itu”kata Dara ngos-ngosan kayak habis dikejar hantu..
“Iya”kata yang lainnya kompak.
“Oh iya kalian mau pesan apa?”tanyaku.
“Soto 1 sama es 1 aja”kata Santi.
“Aku sama deh”kata Sindy dan Dara kompak
Aku segera memesan 4 soto dan 4 es pada penjaga kantin.Tidak membutuhkan waktu lama,pesanan kami segera diantarkan ke meja kami.Kami bercanda ria sambil membayangkan apa yang teman-teman kami sedang lakukan sekarang.Tapi,semua itu tak bertahan lama.Ternyata,kak Leo memergoki kami,segera saja kami berhenti tertawa.Pikiranku milai tak terkendali, menerka-nerka apa yang akan dia lakukan pada kami.
“Keluar!!”katanya marah disertai tatapan mata yang tajam sampai-sampai matanya hampir keluar.
“Iya kak”kata kami lemas.
“Cepat!!Jangan kayak keong dong!Cepat ke lapangan!!”katanya lagi dengan suara lebih tinggi.Sepertinya,dia mau menerkam kami berempat mentah-mentah,jika tak segera mengikuti perintahnya.
Secepat kilat,kami telah sampai ke lapangan.Terlihat kak Leo sedang berbisik-bisik pada anggota OSIS lainnya.Sepertinya mereka sedang merundingkan apa hukuman yang pantas kami terima.Setelah itu, dia menuju ke arah kami.Detak jantungku berdebar tak menentu serasa mau meledak.
“Sekarang kalian jelaskan padaku,kenapa kalian malah enak-enakan di kantin sementara teman-teman kalian serius mengikuti kegiatan?”tanyanya mulai menginterogasi.
Santi terlihat akan membuka suara”Kami BT kak diperlakuin kayak yang lainnya”katanya lantang.Aku salut sama Santi, dia berani berkata tanpa rasa takut sedikitpun.
“Emangnya kalian siapa mau di perlakuin istimewa?”tanya kak Leo lagi.
“Kami menyesal kak nglakuin hal itu.Kami berjanji tak akan melakukannya lagi!!kami rela dihukum!!”kata Santi sekali lagi dengan nada yang tak kalah lantang.Kelihatannya dia tidak mau memperpanjang masalah dan diinterogasi lebih lanjut.
“Iya kak kami menyesal”timpalku, diikuti Sindy dan Dara.
“Yaudah..Sebagai hukumannya, kalian harus push-up masing-masing 15 kali!!cepat!!”titahnya.
Mau bagaimana lagi,kami harus menerima hal itu dengan ikhlas.Pegal rasanya tanganku ini,serasa hampir copot.Setelah itu kami mengikuti kegiatan-kegiatan selanjutnya walaupun tanpa semangat,sialnya lagi,barang yang nggak kubawa harus segera dikumpulkan.
“ Aduh”kataku pelan menepuk jidatku sendiri.
“Kenapa lagi Rin?”tanya Sindy.
“Aku..aku nggak bawa… surat sebel buat kakak kelas”kataku dengan keringat yang mulai mengucur dari dahiku.
“Jadi,itu yang nggak kamu bawa…hahaha”kata Santi enteng.Aku menatap Santi dengan tatapan tajam,”Ini nggak lucu tahu!!”kataku sebal.
“Iya San,Ini serius.Tahu nih,temen lagi susah,malah ketawa.Senang diatas penderitaan orang tuh namanya”timpal Dara.
“Sabar..sabar”kata Santi sambil tersenyum penuh arti.Dia mulai membuka tasnya,lalu tangannya merogoh isi tas,dan….
”Tara!!!”Seru Santi sambil membawa 2 amplop hitam.Aku mengerutkan dahiku..tak mengerti maksud temanku yang satu ini.
”Ini untukku dan ini untukmu”katanya sambil memberi 1 amplop hitam itu.
“Jadi…”kataku tak percaya..
“Iya…”katanya sambil mengangguk mantap.
“Makasih ya”kataku gembira.”Tapi kok kamu..bisa..?”tanyaku masih tak percaya.”Jangan-jangan, kamu bisa baca pikiran orang ya?nggak mungkin”.
“Hahaha..aneh-aneh aja kamu Rin.Aku kenal kamu lama..mana mungkin melupakan sifat burukmu itu..aku sudah menduga..kamu kan kalo masalah nulis surat paling nggak bisa..kemarin paling kamu bingung  buatnya trus keburu tidur deh.Satu kalimat aja paling belum selesai.Iya kan.hahaha”tawanya lepas.
“Ohh,jadi Cuma sifat burukku yang kamu inget?”tanyaku.
”…Iya”katanya dengan muka yang dibuat-buat polos.Aku mulai manyun.
“Hahaha…ya nggaklah”katanya”Udah,cepet kasih nama, lalu kumpulin”Sarannya.
“Iya..iya tuan putri yang paling pinter”kataku tersenyum.
Ternyata hari ini tidak terlalu buruk dari perkiraanku…Seru…malah sangat seru….

31 January 2011

cerpen kesalahpahaman

Pada suatu pagi yang cerah dan tenang.Mataharipun masih malu-malu menampakkan wajahnya, dan hanya terdengar beberapa suara mesin kendaraan yang lalu-lalang.Suasana yang tenang tersebut berubah seketika dikarenakan terjadi suatu konflik di salah satu rumah di pinggir jalan tersebut,tepatnya di sebuah ruang tamu.Di sana terlihat 4 buah kursi,1 meja tamu,sebuah TV, dan sebuah buffet serta beberapa lukisan yang menghiasi dinding ruangan tersebut.konflik yang bisa di bilang a lot tersebut terjadi antara seorang gadis 21 tahun bernama Nina dengan adiknya, Kinar,15 tahun dan pembantunya, Miyem yang berusia setengah abad.
“mana sih cincin tunanganku”gumam Nina pada dirinya sendiri, sambil mencari benda yang di carinya itu di laci buffet.
“Kinar!!! Bi Miyem”panggil Nina pada adik dan pembantunya itu.
“iya non”kata bi Miyen
“apa sih kak?”tanya kinar dengan wajah yang masih mengantuk.
“hmm…kalian nyembunyiin cincinku kan?”tuduh Nina.
“nggak lah kak..buat apa aku nyembunyiin cincin kakak…nggak ada gunanya kak”sanggah Kinar.
“iya non..benar kata non kinar..kita tidak mungkin nyenbunyiin cincin non”timpal bi miyem.
“kalian jangan ngeles dong…ntar kalo Surya datang,trus dia tahu aku nggak pake cincin tunangan kita..dia bisa-bisa jadi marah.kamu seneng kan Kinar, kalo kakak dimarahin kak Surya”simpul Nina.
“aduh..kakak..mana ada adik yang seneng kalo kakaknya dimarahin..mungkin aja kakak lupa naruhnya..cari lagi aja kak”saran Kinar.
“Udah berulang kali kakak nyari,,nggak ketemu juga.Apa jangan-jangan..waktu bi miyem bersih-bersih, bi Miyem buang cincin itu di tempat sampah?Iya kan Bi?”tuduh Nina.
“nggak mungkin non..walopun bibi tua..bibi tahu cincin itu kaya apa, dan nggak mungkin bibi buang cincin itu..masa barang mahal di buang non”sanggah bi Miyem.
“hmm..atau mungkin juga, bi Miyem yang mencuri cincinnya”sangka Nina sekali lagi.
“udah dong kak..kakak keterlaluan, sampai-sampai nuduh bi Miyem mencuri.Itu nggak mungkin kak,bi Miyem kan udah kerja disini selama 8 tahun,dan dalam waktu segitu,nggak ada masalah pencurian atau apapun itu kan kak?”Bela Kinar.
“iya non..saya tidak mungkin begitu non”kata bi Miyem.
“trus kalo bukan kalian berdua,siapa dong?nggak mungkin bapak dan ibu yang nglakuin itu..mereka kan di rumah nenek dari 2 hari yang lalu dan cincinnya masih ada.sangat mustahil”kata Nina.
“terserah kakak deh.aku nggak mau bantu kakak nyari.Mending tidur lagi daripada bantuin orang yang suka nuduh!!!”kata kinar.

Tiba-tiba HP Nina berdering.pertanda ada panggilan masuk.
“iya Surya,ada apa?”tanya Nina pada seseorang diseberang telepon itu.
“………..”
“beneran?”tanya Nina sambil melirik Kinar dan Bi Miyem.
“…….”
“coba bilang dari tadi Surya..nggak bakal deh aku nuduh adikku dan bi Miyem..Jadi ngrasa bersalah deh sama mereka”kata Nina
“….”
“iya..yaudah sampai ketemu nanti ya”kata Nina sambil mematikan Hpnya.
“hmm…Kinar,Bi Miyem, aku minta maaf ya, udah nuduh kalian yang nyembunyiin cincinku.Tadi Surya bilang,cincin tunanganku tertinggal di rumahnya,maafin aku yah”mohon Nina
“iya non..tidak apa-apa.Syukur udah ketemu cincinnya”kata bi Miyem sambil tersenyum.
“makanya,jangan asal nuduh.inget dulu dengan kepala dingin”sara Kinar
“Iya adikku…tapi kamu mau maafin kakak kan?”tanya Nina.
“hmmm..iya”kata kinar sambil menganggukkan kepalanya.

Kinar kembali ke kamarnya.Bi Miyem kembali ke dapur dan Nina keluar menunggu Surya,tunangannya itu.